Sunday, 26 January 2020
Follow Us

Merupakan tarian magis dari Suku Rongga di Kecamatan Kota Komba. Tarian Vera mengisahkan kesedihan atau ratapan dari seorang gadis karena saudara kembarnya meninggal. Konon dulu ada sepasang gadis yang terlahir kembar siam dengan posisi badan saling berdempetan.

Saat menginjak remaja salah seorang gadis kembar tersebut jatuh sakit dan akhirnya meninggal. Karena gadis yang meninggal tersebut tidak bisa dipisahkan dari gadis yang hidup terus menempel di punggung maka mayatnya membusuk dan gadis tersebut. Merasa iba dengan saudara kembarnya yang telah meninggal, akhirnya gadis yang masih hidup tersebut meminta kepada orang tuanya untuk dikuburkan dalam keadaan hidup bersama dengan saudara kembarnya yang telah meninggal.

Tarian Vera diangkat untuk mengenang ratapan dari gadis yang meratapi kematian saudara kembar nya . pada saat ini masyarakat Suku Rongga sering mementaskan tarian Vera pada saat ritual kedukaan dan upacara gembira.

Tarian Vera dipentaskan oleh pria dan wanita dalam bentuk barisan. Laki-laki terpisah dari perempuan dan para penari saling berangkulan membentuk kombinasi yang tidak terpisahkan seperti halnya kedua gadis malang tersebut. Mereka menari sambil bernyanyi menggunakan bahasa Rongga sambil perpegangan tangan dan sesekali mengangkat tangan dan salah satu kaki ke depan. Hal ini melambangkan semangat kesatuan yang terjalin antara mereka untuk menjaga keharmonisan hidup bersama sehidup semati. Lagu yang dinyanyikan berisi nasihat dan wejangan tentang kehidupan yang berkaitan dengan suasana dimana tarian tersebut dipentaskan.

 


Newsletter Subscribe

Subscribe now and receive the weekly newsletter from us!

Please enable the javascript to submit this form